Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan produksi anak ayam buras yang dipelihara dalam kandang dengan sistem lantai bambu dan lantai litter. Penelitian ini menggunakan 100 ekor anak ayam buras jenis kelamin campuran umur 7 hari yang dipelihara pada dua jenis lantai kandang sebagai perlakuan, yaitu lantai kandang dari bambu dan lantai kandang litter dengan bahan dari serutan kayu. Ransum yang diberikan terdiri dari ransum anak ayam broiler yang diberikan dari umur 7 sampai 28 hari, dan ransum ayam buras super yang diberikan dari umur 28 sampai 56 hari.
Download selengkapnya klik di sini
Showing posts with label Ayam Lokal. Show all posts
Showing posts with label Ayam Lokal. Show all posts
Thursday, November 8, 2012
Karakteristik Kuantitatif dan Kualitatif Hasil Persilangan Beberapa Ayam Lokal
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil persilangan ayam Pelung dengan Ayam lurik dan ayam Komering serta ayam Lurik dengan ayam Komering. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengungkap data adalah eksperimen. Variabel penelitian adalah Karakteristik Kualitatif dan Kuantitatif. Karakteristik Kuantitatif meliputi : bobot telur, bobot tetas, fertilitas, pertambahan bobot badan, dan produksi telur. Karakteristik Kualitatif meliputi : warna bulu, bentuk jengger, warna kaki, warna kulit dan daging.
Download selengkapnya klik di sini
Download selengkapnya klik di sini
Evaluasi Hasil Persilangan Ayam Lurik, Ayam Merawang dan Ayam Komering
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil persilangan ayam lurik dengan ayam Merawang dan ayam Komering serta ayam Merawang dengan ayam Komering. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengungkap data adalah eksperimen. Variabel penelitian ini adalah Produksi Telur, Bobot Telur, fertilitas, bobot tetas pertambahan bobot badan, effisiensi pakan, warna bulu, bentuk jengger, warna kaki, warna kulit dan daging.
Download selengkapnya klik di sini
Download selengkapnya klik di sini
Tuesday, September 18, 2012
Karakteristik Kuantitatif dan Kualitatif Hasil Persilangan Beberapa Ayam Lokal
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil persilangan ayam Pelung dengan Ayam lurik dan ayam Komering serta ayam Lurik dengan ayam Komering. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengungkap data adalah eksperimen. Variabel penelitian adalah Karakteristik Kualitatif dan Kuantitatif. Karakteristik Kuantitatif meliputi : bobot telur, bobot tetas, fertilitas, pertambahan bobot badan, dan produksi telur. Karakteristik Kualitatif meliputi : warna bulu, bentuk jengger, warna kaki, warna kulit dan daging. Data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui pengukuran dan pengamatan terhadap ayam Pelung , ayam Lurik, dan ayam Komering, anak hasil persilangan ayam Pelung dengan dengan ayam Lurik dan Komering serta, ayam Lurik dengan Komering. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara penjumlahan, persentase dengan mencari rata-rata serta standar deviasi (X ± sd) (Steel dan Torrie, 1993). Perbandingan Bobot Telur, fertilitas, bobot tetas pertambahan bobot badan dan Produksi Telur, hasil persilangan Pelung dengan ayam lurik dan Komering serta ayam Lurik dengan ayam Komering diuji dengan uji-t, menurut petunjuk Siegel (1994). Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa : 1) Bobot telur dan bobot tetas ayam Pelung lebih baik dibandingkan bobot telur dan bobot tetas ayam Lurik, Komering. 2) Persilangan ayam Pelung dengan Lurik ditinjau dari bobot telur, bobot tetas dan pertambahan bobot badan lebih baik dibandingkan persilangan pelung dengan Komering dan Lurik dengan Komering. 3) Ayam Lurik dapat dijadikan tetua untuk program persilangan dengan bangsa ayam buras lainnya agar produksi telur hasil persilangannya lebih baik.
Download Selengkapnya Klik Di Sini
Download Selengkapnya Klik Di Sini
Wednesday, September 5, 2012
Observasi Beberapa Variabel Hematologis Ayam Kedu Pada Pemeliharaan Intensif
Pengamatan beberapa variabel hematologis ayam kedu pada pemeliharaan intensif dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data base status darah ayam kedu. Penelitian menggunakan 62 ekor ayam Kedu jantan dan betina masing-masing terdiri 4 macam warna bulu (merah, hitam, lurik, putih) mulai umur 2 minggu selama 10 minggu. Data dianalisis variansinya berdasarrancangan split plot (2 jenis kelamin, 4 macam warna bulu dengan 4 ulangan masingmasing unit 2 ekor). Variabel yang diukur meliputi status hematologis (kadar hemoglobin, PCV, MCHC, TPP, jumlah total eritrosit, jumlah total leukosit, defferensial leukosit (neutrofil, eosinofil, monosit, limfosit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara jenis kelamin dengan warna bulu terhadap variable yang diukur, dan tidak ada pengaruh tunggal dari kedua perlakuan terhadap total protein plasma (TPP), jumlah eritrosit, hemoglobin (Hb), kadar neutrofil, eosinofil, limfosit, monosit dan “mean corpuscle hemoglobine concentration” (MCHC). Ada pengaruh(Lampiran 3) (Lampiran 3) (P<0,05) dari jenis kelamin terhadap rataan differensial leukosit (monosit). Warna bulu berpangaruh nyata (P<0,05) terhadap rataan packet cell volume (PCV), jumlah leukosit total, dan monosit.
Download Selengkapnya Klik Di Sini
Download Selengkapnya Klik Di Sini
Subscribe to:
Posts (Atom)